Cerita Dewasa 2016 - Ngentot Gadis Model Majalah Porno
Cerita Dewasa 2016 - Ngentot Gadis Model Majalah Porno

Cerita Dewasa 2016 – Ngentot Gadis Model Majalah Porno

Posted on

Cerita Dewasa 2016 – Ngentot Gadis Model Majalah Porno | kejadian terjadi sekitar tahun 2002, namaku Agnes, umurku wajtu itu baru 20 tahun namun aku sudah ditinggal papah dan mamahku karena mereka berdua meninggal karena kecelakaan pesawat yang mereka alami. Setelah papah dan mamahku meniggal, aku sama sekali tidak punya saudara yang harus aku tinggali untuk menjadi pembimbing kehidupanku selanjutnya.

Cerita Dewasa 2016 - Ngentot Gadis Model Majalah Porno cerita dewasa | cerita sex
Cerita Dewasa 2016 – Ngentot Gadis Model Majalah Porno

Cerita Dewasa 2016 – Ngentot Gadis Model Majalah Porno | Namun setelah aku semalan berpikir pada siapa aku harus mengadu semuanya yang aku rasakan, tiba-tiba aku teringat oleh seorang teman papah yang sangat akrab dengan keluargaku dan tentunya denganku, namanya pak Yohanes. Dulu waktu papahku masih hidup, mereka saling bekerja sama dan pak Yohanes ini sering maen kerumahku jadi antara pak yohanes dengan mamahku dan aku sangat akrab sekali.

Cerita Dewasa 2016 – Ngentot Gadis Model Majalah Porno | Setelah nomer pak yohanes, aku segera menghubunginya  dan aku mengajak pak Yohanes untuk bertemu dan membicarakan nasibku selanjutnya. Dan setelah aku bertemu dengan pak yohanes dan ngomong semua yang aku rasakan pak Yohanes menawarkan saya untuk tinggal di apartemennya dan beliau berjanji akan membiayai sekolah saya sampai saya lulus. Dalam keadaan bingung, akhirnya saya menerima tawaran beliau. Saya lalu tinggal di apartemen beliau, hanya berdua dengannya.

 

Cerita Dewasa 2016 – Ngentot Gadis Model Majalah Porno | Beberapa bulan kemudian saya tinggal dengannya, tiba-tiba pada suatu malam, Pak Yohanes masuk ke dalam kamar saya. Saat itu saya baru saja masuk kamar dan belum sempat menguncinya. Saya kaget karena beliau tidak mengetuk kamar saya dulu, dan pada saat itu saya hanya mengenakan daster kuning polos yang tipis. Di dalamnya saya tidak mengenakan BH dan hanya mengenakan celana dalam saja. Sejenak Pak Yohanes terkesiap melihat saya, namun beliau kemudian mendekati saya. Spontan saya memeluk bantal untuk menutupi dada saya.

Pak Yohanes lalu berkata kepada saya, “Agnes, tolong Bapak, Nak, istri Bapak sudah lama meninggal, Bapak sudah lama tidak dilayani. Bapak tidak minta macam-macam. Bapak hanya minta agar Agnes bersedia melayani Bapak.”

Wajahnya terlihat sayu dengan keringat di dahinya. Saya tidak tega melihatnya. Saya pikir beliau telah baik mau membiayai sekolah saya. Lagipula keperawanan saya telah hilang sejak saya masih kecil ketika jatuh dari sepeda.

Pak Yohanes terus memandang dan menunggu jawaban saya, sedangkan saya tidak dapat berkata apa-apa. Kemudian Pak Yohanes meraih bantal yang saya peluk untuk menutupi dada saya dan meletakkannya di tempat tidur. Kemudian beliau diam dan memandang saya.

Melihat saya diam, beliau lalu berkata, “Kalau Nak Agnes diam, Bapak rasa jawaban Agnes ‘iya’.” Beliau masih memandangi saya. Tiba-tiba beliau meraih dan memeluk tubuh saya dan mengusap-usap punggung saya. “Terima kasih, Nak.” beliau berkata sambil menatap hangat pada saya.

Setelah itu beliau mulai menciumi kening saya dan kedua pipi. Lalu menjulurkan lidah sambil mencium telinga dan bibir saya. Kubalas ciumannya, lidahnya bermain liar di dalam mulut saya, begitupun saya. Tangannya yang dari tadi memeluk punggung saya mulai turun mengelus-elus pantat dan meremasnya. Kemudian kepalanya turun ke leher saya, menciumi dada saya yang masih tertutup daster kuning. Saya mulai terangsang. Apalagi ketika mulutnya berhenti di puting saya yang hanya ditutupi daster kuning polos yang tipis itu. Beliau mengulum dan menggigit puting saya itu.

“Uuh… aahh… Pak… Uh..!” saya sudah tidak kuat lagi.

Geli rasanya dada ini dipermainkan seperti itu oleh Pak Yohanes. Spontan saya membuka 4 kancing daster yang terletak di depan itu, dan terlihatlah kedua bukit kembar saya yang montok itu, berukuran 36B dengan puting berwarna pink gelap dan mencuat menantang ke wajah Pak Yohanes. Beliau langsung melumatnya, menggigit kecil, kemudian memasukkan semua ke dalam mulutnya. Ternyata mulut Pak Yohanes lebar juga, buktinya bukit dada saya yang 36B masuk semua ke dalam mulutnya.

“Aduuh… Pak, geli ah… enaa..gh..!” saya meraung-raung keenakan.

Pak Yohanes menurunkan daster terus ke bawah dan sambil menciumi perut saya yang rata karena sering sit-up itu. Tangan kirinya bergerak menurunkan daster, dan tangan kanannya mengelus-elus pantat dan paha saya yang mulus. Setelah daster turun semua, tangan kirinya mengangkat kaki kanan saya dan melipatnya ke atas tempat tidur. Lalu beliau berjongkok dan tangan kirinya membuka sebagian kain celana dalam yang menutupi bukit kemaluan saya. Seketika itu langsung terlihatlah bukit kemaluan saya yang bulu-bulunya sedikit itu, sehingga beliau tidak perlu susah-susah menjilati kelentit saya. “Ngesex Memek Model HOT”

“Oohh… Pak… enaakkk..!” kata saya sambil memegangi kepalanya.

Saya tidak perduli lagi siapa dia. Pak Yohanes terus menjilati kelentit saya dan memasuki satu jari tangan kanannya ke dalam vagina, dan menggerakkannya keluar masuk. Saya betul-betul keenakkan. Saya menggerakkan pantat turun naik mengikuti gerakan jarinya itu. Tiba-tiba sesuatu meledak dalam diri saya.

“Aaa..gh… aku mau kelua… ar..!” air kenikmatan saya membasahi jari dan mulutnya. Beliau menghisapnya habis.

Kemudian yang tidak disangka, beliau merobek sebagian kain celana dalam saya yang menutupi bukit kemaluan saya dan kemudian membuka celana dalamnya. Terlihatlah senjatanya yang besar ditumbuhi bulu-bulu yang sangat tebal. Saya sudah tidak tahan lagi melihatnya.

“Ooh… masukkan, Pak, cepat Pak..!” kata saya sambil mengelus-elus bukit kemaluan saya yang telah basah itu.

Ternyata Pak Yohanes pun sudah tidak kuat. Beliau langsung menghujamkan Penisnya masuk ke dalam vagina saya.

“Aaah… sakiit..! Enaaggh..!” kata saya yang mulai merasa nyeri tapi sangat enak di bagian bawah itu.

Pak Yohanes menaik-turunkan Penisnya dengan cepat. Ternyata melakukan sambil berdiri enak juga. Kedua tangannya meremas-remas kedua payudara saya. Tangan saya pun tidak mau kalah dan meremas-remas kedua pantatnya. Tidak lama saya mendapat orgasme yang kedua, dan tidak lama kemudian beliau pun juga. Akhirnya kami tertidur berpelukan di tempat tidur. Keesokkan harinya, kami melakukannya lagi di kamar mandi. Kami masing-masing orgasme dua kali. Setelah itu saya pergi ke sekolah dan beliau pun pergi ke kantor.

Sejak itu hidup saya berubah. Kami seperti selayaknya suami istri di dalam apartemen kami. Ternyata untuk orang seusianya, beliau masih sangat kuat melakukannya berjam-jam. Bahkan saya dilarangnya mengenakan baju bila di dalam apartemennya itu. Tapi saya selalu menggodanya dengan hanya mengenakan sehelai kain di tubuh. Misalnya, hari ini saya hanya memakai BH saja, sedangkan bagian tubuh yang lain polos mengoda. Lalu kemudian saya duduk di depannya dengan membuka lebar-lebar selangkangan, sehingga kemaluan saya menantang dirinya. Beliau selalu tidak tahan dan mengajak bermain lagi.

Besok harinya saya hanya mengenakan celana dalam saja yang berwarna hitam dan bahannya bolong-bolong, sehingga bulu kemaluan yang sedikit itu keluar dan klitoris yang berwarna pink itu juga terlihat bila saya mengangkang, sedangkan payudara saya bergelantungan dengan indahnya di dada. Bila seperti itu, beliau lalu memeluk dan menggendong saya ke tempat tidur sambil mulutnya mengulum payudara dan menarik-narik putingnya. Ini kami lakukan hampir tiap hari seperti selayaknya pengantin baru sampai saya lulus SMA. Namun Pak Yohanes ini seperti tidak pernah mati kekuatannya untuk melakukan hubungan seks dengan seorang gadis belia seperti saya, dan saya selalu dibuat puas olehnya.

Suatu hari ketika saya baru selesai mandi, seperti biasa saya keluar dari kamar tanpa menggunakan busana, dan sambil mengeringkan rambut yang masih basah, saya pergi ke dapur untuk mengambil minum. Tanpa saya sadari, ternyata ada dua orang teman Pak Yohanes yang bertamu. Mereka berdua terlihat kaget melihat saya yang telanjang bulat itu. Begitu pun saya. Tapi rasa kaget saya tidak saya perlihatkan dan langsung saya pergi ke dapur cepat-cepat.

Malam harinya ketika hendak tidur, Pak Yohanes berkata pada saya.

“Agnes, mau gak jadi model..?” tangannya mengelus-elus puting saya.
“Model..? Model seperti di majalah-majalah itu..?” tanya saya.
“Yah, tapi ini berbeda. Begini, teman-teman Bapak yang tadi itu berasal dari Singapore. Yang satu namanya Pak Michel, yang satu lagi Pak Richard. Pak Michel sebenarnya orang Indonesia, tapi tinggal di Singapore. Beliau adalah editor majalahnya, sedangkan Pak Richard adalah direkturnya.”

“Jadi maksudnya majalah Singapore..?”
“Yah begitu. Mereka berdua setelah melihatmu menjadi tertarik dan menawarimu menjadi model. Tapi kamu tidak perlu ke Singapore. Kamu cukup tinggal di Indonesia, karena studio fotonya ada di Indonesia.”

“Tapi Agnes malu, tadi Agnes telanjang di depan mereka.”
“Em.., begini Agnes tidak perlu malu, karena.. eh… majalah mereka adalah majalah porno.. eh tapi itu terserah Agnes, mereka hanya menawari karena tertarik dengan Agnes. Kalau Agnes tidak mau, itu juga tidak apa-apa.”

Saya mengerti. Mereka telah melihat tubuh saya dan mereka tertarik. Saya bingung sekali.

“Honornya lumayan gede lho, Sal. Bapak tidak akan minta kok. Kalau Agnes nanti mau, honornya tetap buat Agnes, karena kan Agnes yang bekerja. Makanya Bapak terserah Agnes saja. Kalau mau dicoba saja.” lanjutnya.
Saya mulai tertarik.
“Agnes harus datang kemana, Pak..?” beliau tersenyum dan memberitahu alamatnya.

Keesokkan harinya saya datang ke studio foto itu. Tempatnya seperti rumah biasa, cukup besar dengan pagar tinggi yang menutupi rumah tersebut. Seperti bukan kantor atau studio foto. Lalu saya masuk dan bertanya pada resepsionist hendak bertemu dengan Pak Richard. Seseorang mengantar saya ke kantor Pak Richard. Pak Richard terseyum menyambut saya. Ternyata beliau seorang pemuda berusia 30 tahunan. Tidak begitu ganteng tapi di tubuhnya yang putih ditumbuhi bulu-bulu yang lebat. Terlihat dari tangan dan dadanya yang bidang. Namun senyumnya terlihat menarik.

“Selamat siang, Agnes, silakan duduk..!”
Saya duduk di depan mejanya. Ia pun duduk.
“Singkat saja, jadi kamu tertarik..?”
“Iya, Pak.”
“Jangan memanggilku Pak. Panggil aku Abang saja. Aku sebenarnya berasal dari Indonesia juga. Semua orang memanggilku Bang Richard.” saya tersenyum.

“Oke, kita kembali ke pokok semula. Begini Agnes, untuk menjadi model ada beberapa syarat. Yang pertama, kami harus mengedit tubuhmu dulu.”
“Mengedit tubuhku..?”
“Yah, kami harus tahu bagaimana tubuhmu, apa kekurangannya dan kelebihannya. Kekurangannya akan ditutupi, kelebihannya akan ditonjolkan. Jadi nanti bila difoto akan baik jadinya. Mengerti..?”
Saya mengangguk.
“Sekarang buka seluruh pakaianmu, aku akan memanggil editor kami, Bang Michel.” Ia keluar dari ruangannya.

Saya merasa kikuk. Tapi akhirnya saya buka baju satu persatu sampai tinggal BH dan celana dalam. Tiba-tiba masuklah Bang Michel dan Bang Richard.

“Lho, kok, celana dalam dan BH-nya tidak dibuka..? Tidak perlu malu. Pekerjaanmu nanti tidak memerlukan baju. Kurasa, Pak Yohanes sudah menjelaskannya bukan..?”

Saya mengangguk seperti orang bodoh. Lalu membuka celana dalam dan BH saya. Saya memang tidak perlu malu, toh mereka pun sudah melihat saya telanjang bulat di apartemen Pak Yohanes.

Setelah telanjang bulat, saya berdiri menantang. Mereka melihat saya tanpa berkedip. Saya tahu ‘adek-adek’ mereka sudah berdiri melihat saya. Tiba-tiba saya merasa percaya diri. Ini merupakan permainan yang menyenangkan. Lagipula saya senang menggoda Pak Yohanes. Mengapa saya tidak bisa menggoda mereka juga? Saya lalu melepas jepitan rambut dan terurailah rambut saya yang sangat lebat dan indah. Saya berdiri menggoda di depan mereka sambil memainkan sedikit rambut saya di dalam mulut. Bang Michel mulai mendekat. Ia mengelus tangan saya, lalu pipi. Lalu ia memutari tubuh saya dan mengelus punggung dan pantat saya. Lalu tangannya mulai memegang payudara saya yang 36B itu beserta puting yang mencuat ke depan itu. Lalu ia berjongkok dan mengelus paha dan membuka selangkangan saya. Lalu ia berdiri lagi, tiba-tiba ia mencium leher saya.

Tangannya meremas-remas kedua payudara saya. Saya mulai terangsang. Lalu tangan kirinya beralih ke selangkangan saya yang sudah mulai basah itu dan berhenti pada klitoris. Ia mengelus-elus klitoris saya. Tangan kanannya mengelus anus saya.

“Uuhh.. eehh.. ahh..!” tidak sengaja saya meraung-raung, tanpa saya sadari ternyata Bang Richard telah ikutan menghisap puting saya dan tangan kanannya memegang puting yang satu lagi.
Tangan kiri Bang Michel dimasukkan ke dalam vagina saya dan bergerak keluar masuk. Kami melakukannya sambil berdiri seperti ketika pertama kali saya melakukannya dengan Pak Yohanes. Saya benar-benar terangsang.

Bang Michel mencium bibir saya dan memainkan lidahnya di mulut saya. Erangan saya tertahan di dalam mulutnya. Lalu Bang Michel berjongkok dan mencium klitoris dan memainkan lidahnya di sana, namun jarinya masih bermain di vagina. Posisi Bang Michel digantikan oleh Bang Richard yang mencium dan melumat-lumat bibir saya. Tiba-tiba saya merasa ada yang keluar. Walaupun erangan saya tertahan oleh bibir Bang Richard, tapi mereka tahu bahwa saya orgasme pertama kali dari getaran tubuh saya.

Lalu Bang Michel membuka celananya, juga Bang Richard. Penis Bang Michel sangat besar dan hitam. Bang Richard pun juga besar tapi putih. Masih dalam posisi berdiri, Bang Michel memasukkan Penisnya ke dalam anus saya. Rasanya sakit sekali. Saya mengerang kesakitan, namun tiba-tiba Bang Richard memasukkan penisnya ke vagina. Rintih saya berubah menjadi keenakan. Mereka berdua memainkan penis mereka keluar masuk anus dan vagina saya. Rasanya enak sekali disetubuhi dua pria sekaligus. Permainan kami cukup lama.

Saya sudah orgasme tiga kali ketika mereka berdua orgasme untuk pertama kalinya. Akhirnya mereka mencabut penis mereka dan merebahkan tubuh mereka di bangku sofa. Sedangkan saya bersenderan pada tembok dan memejamkan mata. Saya merasa lemas sekali melayani dua pria sekaligus. Tiba-tiba Bang Richard memegang bahu saya.

“Kamu diterima, Agnes..!”

Saya tadinya hampir marah karena untuk diterima saya harus melayani mereka berdua terlebih dahulu. Tapi ketika mengingat kenikmatan yang baru saja saya terima, saya dapat menahan amarah.

Lalu hanya dengan mengenakan BH saja, saya dibawa Bang Michel ke sebuah ruangan yang berisi semacam bar di situ. Di dalamnya terlihat banyak wanita yang tidak menggunakan baju sama sekali. Ruangan itu ternyata jadi satu dengan studio fotonya, sehingga model-model yang merasa haus dapat langsung memesan minum di situ. Saya disuruh duduk di bangku bar yang tinggi dan disuruh mengisi lembaran formulir dan lembaran kerjasama. Lalu Bang Michel meninggalkan saya sendiri di situ.

Ketika saya sedang mengisinya, seseorang mencolek saya dari belakang. Ketika saya menoleh, terlihat seorang pemuda memandang saya sambil tersenyum. Tanpa basa basi lagi, pemuda tadi mendekatkan wajahnya ke vagina saya dan menjilat klitoris saya. Saya kaget dan ingin menghindar. Tapi bangku bar yang tinggi yang membuat saya kesulitan menapakkan kaki saya ke lantai, sehingga membuat selangkangan saya yang tanpa celana dalam itu terbuka lebar membuat saya kesusahan untuk turun. Pemuda itu tetap menjilati selangkangan saya. Vagina saya yang masih merasa geli akibat serangan Bang Michel tadi akhirnya basah lagi dan saya mulai merasa keenakan.

Tidak lama saya orgasme lagi di tempat duduk bar itu, sehingga tempat duduk yang terbuat dari kulit itu menjadi basah oleh cairan kenikmatan saya itu.

“Salam kenal, Mbak. Saya Roy, model pria di sini. Mbak namanya siapa?” tanyanya kemudian.
“Agnes” kata saya lemas.
“Nanti kita akan selalu ketemu, dan kita pasti akan melakukannya lagi.”

Saya tidak sanggup berkata apa-apa lagi dan mulai mengisi formulir itu lagi.

Tidak lama Bang Michel datang dan mengambil formulir yang telah saya isi itu. Ia menunjukkan honor saya dan pekerjaan saya. Untuk pertama kali pada hari pertama itu saya diFoto Bugil di depan banyak orang. Ternyata inilah pekerjaan baru saya. Menyenangkan sih, asal tidak hamil saja. Karena ketika difoto berpasangan, tidak jarang kami menyatukan alat kelamin kami, sehingga fotonya lebih bagus dan tidak terlihat kaku.

Kadang-kadang saya juga main dengan Bang Michel atau Bang Richard atau kedua-duanya. Namun di rumah saya tetap menjadi ‘istri’ Pak Yohanes. Itulah pengalaman saya. Foto-foto saya banyak dipampang di majalah porno di Singapore, dan tentu saja tidak dijual bebas. Hanya golongan tertentu yang menerimanya.

Keyword Pencarian:

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *