Cerita Dewasa - Hasrat Nakalku Akhirnya Tersalurkan
Cerita Dewasa - Hasrat Nakalku Akhirnya Tersalurkan

Cerita Dewasa – Hasrat Nakalku Akhirnya Tersalurkan

Posted on

Cerita Dewasa – Hasrat Nakalku Akhirnya Tersalurkan | nilaiku semester ini tetap diangka tiga. dan ini sudah biasa kudapatkan. ya, karena aku adalah seorang mahasiswi yang bisa dibilang pandai dalam bidang akademis. aku Bella (nama samaran), mahasiswa tingkat tiga disebuah universitas swasta di ibukota ini. teman-teman menyukaiku karena aku mahir di semua bidang studi perkuliahan.

Cerita Dewasa - Hasrat Nakalku Akhirnya Tersalurkan cerita dewasa | cerita sex
Cerita Dewasa – Hasrat Nakalku Akhirnya Tersalurkan

Cerita Dewasa – Hasrat Nakalku Akhirnya Tersalurkan | Tetapi dalam pergaulan aku bukanlah seorang yang supel. Dapat dibilang pergaulanku di kampus benar-benar sempit. Tidak ada pria yang mau mendekatiku. Aku pun tidak tahu kenapa ini terjadi kepadaku. Mungkin saja dalam soal fashion aku ketinggalan. Dengan kacamata minus agak tebal dan rambut yang rutin ku kuncir, dan pipi penuh jerawat. Dapat dibilang aku merupakan seorang wanita cupu. Tetapi aku tidak sempat menyerah memperoleh seorang pangeran. Aku sangat ingin memiliki seorang kekasih. Ya, pacar pastinya.
Aku sangat iri dengan Kirana (samaran), kawan satu kamar kost-ku yang tiap bulan gonta-ganti pacar. Jelas, tubuhnya yang indah dan kulitnya yang putih bersih membikin pria jatuh hati. Terlebih wajahnya yang cantik dan bersih dari jerawat, membikin ia rutin dipuja pria kampus. Dan gayanya rambutnya yang stylish dan fashoinnya yang rutin update, membikin semua pria dikampus klepek-klepek. Sedangkan aku, gadis dengan rambut kuncir kuda dan berkacamata besar dan jerawat di pipi membikinku makin tidak dilirik oleh pria dikampus.

Cerita Dewasa – Hasrat Nakalku Akhirnya Tersalurkan | Hari ini aku pulang lebih awal dari biasanya, sebab dosen ekonomi sedang keluar kota. Aku pun agak malas ke perpus hari ini. Biasanya, perpustakaan merupakan sarang-ku dikampus. Tempat paling tenang dan berguna pastinya. Hari ini aku berencana mengerjakan tugas akuntansi dikost. Sendiri. Lumayan sendiri saja. Rumah kost dengan 3 kamar di dalamnya tetap sangat sepi. Sebab terbukti semua penghuni rumah ini merupakan mahasiswi yang kuliah dikampusku juga. Aku sendiri. Ku buka kamarku yang letaknya di pojok rumah dan agak belakang.

Cerita Dewasa – Hasrat Nakalku Akhirnya Tersalurkan | Hampir 1 jam aku kerjakan tugas akuntansi. Tiduran diranjang empuk mengistirahatkan tubuh dan otak. Agak penat bergulat dengan neraca dan jurnal. Melihat langit-langit ruang kamarku dan aku tergoda untuk melihat video yang dapat mambuatku melayang. Video porno. Sebagai wanita remaja dan beranjak dewasa aku sangat bahagia melihat video porno. Bukan sebab aku wanita yang “tidak-tidak”. Tapi menurutku ini merupakan suatu keperluan. Kadang hasrat ingin disentuh oleh pria benar-benar memuncak. Aku perlu seorang pria. Aku haus belaian pria. Aku ingin seorang pacar.
Kunyalakan video yang rutin kusimpan rapat-rapat dalam laptopku. Adegan peradegan kuperhatikan dengan akurat. Adegan wanita melumat batang Penis pria. Ah, sangat ingin kulakukan. Adegan pria menggenjot Penisnya yang masuk kedalam celah vagina wanita. Membikin vaginaku bergetar seketika. Tanganku mulai nakal menggesek-gesek vagina sendiri. Menggairahkan adegan dalam video ini. Hasratku naik. Makin kencang ku gesek-gesek vagina. Aku merasakan kenikmatan.
Kubuka kancing kemeja kotak-kotak berwarna biru milikku. Kupilin-pilin putingku yang sedikit demi sedikit mengeras. Kurogoh celana dalamku. Makin bernafsu kugesek-gesek vaginaku. Sesekali kumasukkan jariku kedalam vagina. Aahh, nikmat tetapi agak nyeri. Kuremas-remas payudaraku berkapasitas sedang. Saat ini kancing baju telah terlepas semua. Acak-acakan kemeja dan bra-ku. Aku menggeliat kenikmatan diatas ranjang. Vaginaku sedikit basah. Makin dalam kumasukkan jari kedalam vagina. Satu jari. kemudian dua jari kumasukkan. Aaahh, makin nikmat. Aku makin kenikmatan. Vaginaku makin basah dan payudaraku telah mengeras.
“aahh..” perlahan kumerintih merasakan nikmat.
“aahh..” perlahan kumendesah menikmati permainan jariku sendiri.
Sampai pada akhirnya…
“hayooooooooo..!!!!” suara seseorang mengagetkanku.
Astaga, Reza (nama samaran). Darimana dia? Kenapa dirinya dapat disini? Sedang apa dia?dan kenapa? Kenapa? Aku kikuk. Kurapikan kemeja dan bra-ku yang acak-acakan dan terbuka. Kututupi payudaraku yang tidak lagi mengeras dengan tanganku. Aku bimbang wajib berbuat apa. Aku malu. Menahan malu. Reza memergoki lakukananku. Apa ia melihat semua lakukananku?
“nga..nga..ngapain lo?” tanyaku gagap.
Aku menahan malu. Pipiku yang penuh jerawat memerah. Aku tidak berani menatap mata Reza. Matilah aku. Pria paling famous dikampusku ini memergokiku sedang berbuat anal dikamar kost. Apa yang wajib ku lakukan? Aku membayangkan, seluruh mahasiswa di kampus mencibir lakukananku. Tamatlah riwayatku. Esok hari bakal ada kabar dikampus “gadis cupu berbuat anal dikamar kost”.
“gue wajibnya yang tanya. Lo lagi ngapain?” ia hanya senyum-senyum meledekku.
“lo..lo..lo nggak liat kan?” tanyaku makin gugup.
“ngeliat apa Bella?”
“ya, liat gue itu.. itu tuh..” aku makin tidak karuan. Perlahan dirinya masuk kedalam kamarku. Cocok didepanku ia berdiri. Aku makin kikuk. Seraya membenarkan posisi kacamata, aku berpaling dari hadapannya.
Hal yang sangat tidak kusangka terjadi. Reza memelukku dari belakang.
“kalo hasrat lo mau tersalurkan, gue siap bantu kok Bel” katanya berbisik ditelingaku, seraya tangannya menjamah payudaraku.
Aku makin tidak dapat berbuat apa-apa. Kemudian remasan penuh hasrat ia lemparkan. Aku bergidik menahan nikmat. Leherku diciuminya. Seketika bulu roma-ku berdiri. Dijilatnya leherku. Aku merangsang. Tubuhku menggeliat dalam pelukan Reza. Hangat. Penuh hasrat.
“aahh..” desahanku membikin Reza makin kuat meremas payudaraku.
“ja..ja..jangan Za!” pintaku. Sedikit kumeronta. Tetapi Reza makin kuat memelukku. Makin buas ia menciumi leherku. Aku pun tergoda dan terangsang.
Kini tangan kanannya menggarap vaginaku. Dirogohnya celanaku yang sedari tadi telah terbuka. Kancingnya telah lepas sedari tadi. Gesekan jari jemarinya membikinku luluh. Hasrat bercintaku makin kuat. Belum sempat kurasakan sebelumnya. Bulu-bulu halus dikurang lebih vaginaku meregang. Berdiri. Saat ini dua jarinya masuk melesak kedalam vaginaku. Sedikit perih. Tetapi saat ia goyangkan jemarinya, rasa nikmat kembali kurasakan. Aku ketagihan.
“aah..Rezaaa” desahku.
“nikmatin aja Bel” suaranya berbisik ditelingaku. Kembali ia jilati leherku. Basah. Aku menikmatinya.
Semua pakaianku ia tanggalkan. Telanjang bulat aku terbaring diatas ranjang. Payudara bulatku sedikit mengeras. Reza melepas semua pakaiannya. Ia pun telanjang bulat. Sembari tengkurap, ia membuka lebar pahaku. Terkesan vagina dengan bulu-bulu halus mengiasi kelaminku. Dengan nafsu, kembali ia masukkan dua jarinya kedalam vaginaku. Mataku terpejam merasakan nikmat sekaligus terangsang. Badanku makin bergetar. Kuremas sprei diranjangku. Kuat. Sangat kuat.
Vaginaku basah. Aku klimaks dengan cepat. Reza menggesek kuat dua jemarinya dalam vaginaku. Puas memainkan vaginaku dengan jemarinya. Saat ini mulut dan lidahnya yang beraksi. Dijilatinya vaginaku. Sesekali disedot dalam-dalam.
“aaahhh..” aku hampir teriak kenikmatan. Tetapi Reza segera membekap mulutku dengan tangannya.
“aaahh..nikmat Za” kataku.
Kulihat senyum dari Reza yang terpancar dari wajahnya. Entah apa artinya, tetapi tidak kugubris. Kembali ia melancarkan jilatan-jilatan dahsyat di vaginaku.
Hari ini aku dituntun untuk melumat Penisnya. Penisnya mengeras. Tegang. Terkesan sedikit urat yang menghiasi penisnya. Besar. Dan berbulu lebat. Dengan dua testikel yang juga besar menggelantung di bawah batang penisnya. Aku melumat penis Reza. Meluncur deras dalam mulutku. Aku hampir tersedak. Reza memjamkan mata. Kepalaku didorongnya kuat-kuat. Makin dalam penisnya masuk kedalam mulutku. Benda aneh ini baru pertama kalinya masuk kedalam mulutku. Pinggulnya maju mundur. Penis pun masuk dan keluar. Tetap dalam mulutku.
“enak Bel.. semakin Bel” gumam Reza disela-sela kumelumat penisnya.
“aahh..” ia mendesah.

Keyword Pencarian:

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *