Cerita Sex 2016 - Membobol Darah Keperawanan Pacarku

Cerita Sex 2016 – Membobol Darah Keperawanan Pacarku

Posted on

Cerita Sex 2016 – Membobol Darah Keperawanan Pacarku | Pagi itu aku tidak ada kuliah sehingga hari ini aku punya acara bebas dari pagi sampai malam. Jam 7 pagi aku udah mulai mandi pagi, sambil mikirin rencana hari ini. Sehabis ganti baju dan sarapan, aku ninggalin tempat kos-ku dan bawa motorku ke rumah pacarku, Dini.

Cerita Sex 2016 - Membobol Darah Keperawanan Pacarku cerita dewasa | cerita sexCerita Sex 2016 – Membobol Darah Keperawanan Pacarku | Sekitar jam 8 pagi aku udah nyampe di rumahnya, kebetulan hari ini dia juga lagi libur. Kutunggu agak lama setelah memencet bel rumahnya, Dini membukakan pintu depan rumahnya, “lho kok sepi, pada kemana ? tanyaku sambil masuk ke rumahnya, “oh Mama lagi ke Pasar Baru, si adik sudah berangkat pagi ke sekolah, ada PR” katanya.

“Duduk dulu ya, aku mau pake baju dulu nih, soalnya habis mandi buru-buru ada bel bunyi dan aku yakin pasti kamu yg datang, jadinya cuman sempet pake handuk sama kaos aja”.

“Pasti belum pake baju dalam ya ? tebakku sambil senyum.

“Ih dasar cowok, pikirannya yg ngeres-ngeres aja, ” tapi suka kan …hi hi hi.

Cerita Sex 2016 – Membobol Darah Keperawanan Pacarku | Sambil berjalan ke kamarnya, aku lihat pinggul dan pantat pacarku ini benar-benar aduhai, betisnya putih apalagi pahanya pasti lebih ok dan yg paling memabukkan adalah buah dadanya yg ranum dan montok, kaos ketatnya membungkus payudara indah tanpa bh itu dengan sempurna, memperlhatkan lekukan dada wanita yg sempurna.

Kebayg waktu kenalan dulu, wih tangannya putih sekali dan mulusnya ampun, banyak cowok yg suka sama dia, tapi namanya cinta nggak bisa diboongin.

“Sorry ya agak lama, nih kopi kesukaanmu mas “, aku agak kaget juga.

“Eh, makasih ya?!” kataku sambil kaget dan agak konak lihat pakaiannya, Dini cuma make celana pendek tipis batik yogya dan kaos tipis ketat coklat muda tanpa lengan dengan belahan kaos rendah yg memperlihatkan belahan dadanya yg putih dan montok.

“Aku minum ya, wah masih panas sekali’ kataku sambil megangin mulutku yg kepanasan.

Dini ketawa “makanya kira-kira ya kalau mau minum tiup dulu donk, mas”.

“Wah lihat nih, lidahku sampai merah gini, mesti diobatin nih kalau nggak bisa dioperasi”, kataku.

“Aduh kacian, sini ibu guru lihat dulu” kata Dini sambil duduk disampingku dan memegang mulutku, aku diam dan memperlihatan lidahku yg kepanasan, sementara kuhirup wangi tubuhnya yg habis mandi, hmm.

Kudekatkan dudukku pada tubuh Dini, sambil tangannya melihat-lihat lidahku, tanganku memeluk pinggulnya dari samping sambil kulirik belahan dadanya yg putih, montok menantang dan menggairahkan itu.

Cerita Sex 2016 – Membobol Darah Keperawanan Pacarku | Sambil kupeluk tubuhnya, kurasakan kehangatan tubuh dan payudaranya yg montok membuat Penisku bangkit dan mulai membesar dengan cepat, hingga menyesakkan celana yg kupakai, “idih, kok sampai merah gini” kata Dini, tiba-tiba mulutku dilumat olehnya dan tanpa menunggu lagi sambil tetap kupeluk tubuhnya akaupun gantian memgulum, melumat dan mencium bibir seksinya dengan penuh gairah, satu hal yg kusuka dari pacarku, meskipun dia orangnya pendiam kalau urusan lumat melumat dia jadi sangat ahli sekali, dan lumatan bibir seksinya sungguh sangat menggairahkan.

Tiba-tiba Dini mengangkat pantatnya dan duduk diatas pangkuanku, bongkahan pantatnya terasa sangat hangat kenyal dan menekan Penisku yg sudah mengeras, “Ih adikku sudah berdiri, katanya sambil menggoygkan pantatnya diatas Penisku”.

Kulihat matanya sudah mulai nanar dan sedikit berair, pandangannya mulai agak sayu, kemudian aku mulai beralih menciumi leher putihnya dan sedikit jilatan dibelakang telinga,kelihatannya salah satu titik rangsangnya ini sangat menggairahkan nafsu seks-nya, lebih kebawah lagi, kuraba dari luar bongkahan payudaranya sudah sangat mengeras dan lebih membesar dari biasanya, pelan kuangkat kaosnya dan sepasang penutup BH-nya, payudara yg putih dan montok itupun menyembul dari dalam BH hitam yg dipakainya, sangat kontras sekali dengan dadanya yg sangat putih dan montok itu.

Kuciumi dengan rakus payudara montok itu dan kujilati dengan lidahku, sampai akhirnya ke titik pusat dadanya, putting susunya yg sudah tegak seperti penghapus pensil di ujung, kujilati putting susunya dan ternyata titik inipun sangat mempengaruhi gairahnya, terlihat kedua tangannya dilepas dari pelukannya dan tangannya memegang dan menarik rambut panjangnya kebelakang sambil mulutnya mendesis seperti orang kepedasan.

Tiba-tiba tubuhnya menggelinjang kuat sekali dan memeluktubuhku erat sekali sambil digoyg-goygkan pantatnya diatas Penis tegakku dan akupun terasa dikeliilingi daging nikmat, dari sepasang dadanya yg montok dan ranum serta dibawah bongkahan pantatnya yg nggak kalah montok dan padat.

Sejenak dia terdiam sambil tetap memelukku dan dia menggelendot manja diatas pangkuanku,
“Mas, kita kemarku yuk, takut di ruang tamu ada yg masuk, lagian disana kan lebih leluasa,
tapi aku minta digendong ya ..? pintanya manja.

Sambil tangannya memelukku, akupun menggendong tubuhnya yg ramping dan montok itu ke kamarnya yg lumayan jauh dari ruang tamu. Setelah menaruh Dini diatas kasur, kuhampiri tape disamping tempat tidurnya dan kusetel lagu Forever In Love-nya Kenny G yg sampai saat ini menjadi lagu kenangan kami berdua.

Dalam ketegangan pEnisku dan nafsu yg sudah naik, kuhampiri Dini, Kucium lembut bibirnya dan seluruh wajahnya mulai dari keningnya, jidat, matanya yg terpejam, hidung dan akhirnya kukecup dan akhirnya kulumat bibir seksinya.

Tanganku tak tinggal diam mulai dari kaos dan BHnya kubuka perlahan dan celana dalam hitam kecilnya yg menutupi lembah dan jembut halusnya, sambil terpejam Tangan Dini meraih kancing dan resluting celanaku dan didapatinya pEnisku yg sudah tegak berdiri, kubantu melepas baju yg kukenakan sehingga kita berdua telanjang bulat dan hanya celana dalam Dini yg masih dipakainya.

Tiba-tiba tubuhku didorongnya, “berdiri dulu sayg, katanya, akupun turun dari tempat tidur dan Dini pun duduk ditepi tempat tidur dan sambil membelai pEnisku yg sudah sangat tegang.

“Aku belum pernah lihat titit lelaki dewasa, tetapi punyamu besar sekali mas, sampai-sampai tanganku rasanya mantap sekali memegangnya, boleh aku belai sayg?”.

“Tentu, belai ciumi dan manjakan pEnis besar ini sayg.”, kataku.

PEnisku sebenarnya nggak terlalu besar ya kira-kira pernah kuukur pakai penggaris panjangnya 15 cm dan bonggolnya sebesar pepsodent ukuran jumbo, yah perfectable size-lah menurut ukuran pacarku.

Sejak pertama kali mengenal oral sex hingga hari ini, Dini menunjukkan antusias yg sangat tinggi dengan pEnisku, matanya sempat terbelalak saat pertama melihat dan memegang pEnisku yg sudah ereksi. Apalagi saat pertama kali melakukan “karaoke”, istilahku jika ingin dioral sex sama pacarku, cara memperlakukan pEnisku benar-benar istimewa, saat kutanya emangnya sudah pernah karaoke ya, pacarku marah besar, bagaimana mungkin jawabnya, ciuman bibir aja baru dengan kamu , dan akupun teringat first kiss buatku dan buat dia benarbenar berkesan, habis sama-sama baru sekali itu sih.

Sambil duduk dipingggir kasur kubuka pahaku sehingga pEnisku yg sudah ereksi terlihat menantang seperti tugu monas, Dini jongkok dibawah sambil membelai perlahan pEnisku, jari jemarinya menari-nari sepanjang pEnisku mengikuti urat-uratnya yg menonjol sambil sesekali meremas dengan gemas, kulihat payudara Dini sangat menantang dan sesekali kuremas juga susunya.

Dari pangkal pEnisku, dekat anus, tiba-tiba Dini menjulurkan lidahnya dan menjilat-jilat bonggol pEnisku, jilatan itu kemudian berpindah keatas mengikuti batang pEnisku, hingga akhirnya kepala pEnisku dijilat dan disedot perlahan-lahan. Kurasakan aliran darah mengalir keras disepanjang urat pEnisku, dan ketegangannya mungkin sudah mencapai 100%, kepalanya membesar seperti helm tentara, warnanya kemerah-merahan dan berdenyut-denyut nikmat sekali.

Sampai akhirnya batang pEnisku mulai dilumat dan dimasukkan ke dalam mulutnya, perlahanlahan hingga kurasakan menyentuh ujung tenggorokannya, sementara masih tersisa sekitar 5 cm. “Masukkan semuanya dong, pintaku, “Gimana mau masuk lagi, pEnismu terlalu panjang buat mulutku, katanya sambil melepaskan kulumannya.

Akhirnya keluar masuk pEnisku dimulutnya, wah rasanya nikmat sekali, mungkin seperti ini rasanya bersenggama, pikirku, kami memang selama ini belum pernah melakukan persetubuhan hingga memasukkan pEnisku ke dalam Memeknya, yah hanya sekedar berbugil sambil menjilat dan mengulum alat kelamin dan orgasme tanpa melakukan senggama.

Suasana pagi yg sejuk, karena jendela kamar yg terbuka ditambah alunan instrumen Kenny.G membuat kami sama-sama terbuai dan lupa dengan segala sesuatunya. Sambil kujamah payudaranya, Dini kutarik dan kurebahkan di atas tempat tidur, wajahnya benarbenar merangsang, matanya berbinar, bibirnya memerah dan payudara sangat kencang dan memadat dengan putting susu yg mengeras.

Seperti diawal aku mulai menciumi wajah dan bibirnya kemudian aku turun kebawah, kuciumi dan kujilati mulai dari jari-jemarinya yg putih mulus hingga ke betis indahnya, sambil kubelai dan kusentuh paha mulusnya, tanpa terasa aku menyentuh celana dalam hitamnya dan perlahan kuturunkan dan kulepaskan, Dini diam dan hanya mendesah-desah menahan kenikmatan itu.

Sampai di pahanya kubelai dan kuciumi paha mulusnya seinchi demi seinchi kelihatan sekali dia begitu terangsang, sebelum sampai ke pangkal pahanya, aku naik dan mulai menjilati dadanya. Payudara yg putih dan mulus itu kuremas sambil mulai kujilati melingkar hingga sampai ke putingnya kujilati dan kusedot penuh nafsu, Kulihat pinggul dan pantat Dini bergerak dan menggelinjang tak karuan menahan kenikmatan jilatan, sedotan dan remasanku.

Kujilati kebawah lagi dan sampai ke perut Dini yg sangat mulus dan akhirnya hingga ke bukit indah yg ditumbuhi rumput hitam yg halus dan sangat kontras dengan kemulusan tubuhnya. Kusibakkan bulu-bulu halus yg menutupi Memek pacarku, terlihat bibir Memeknya masih tertutup rapat,namun terlihat disitu ada cairan disekelilingnya, ternyata dia sudah mulai basah.

Kubuka sedikit dan terlihat kelentitnya berwarna merah jambu, kecil, menonjol dan kelihatan membasah, kuraba perlahan, Dini melenguh keras dan menggoygkan dan mengangkat pantatnya, Kuraba perlahan dengan jari telunjukku dan akhirnya mulai kujilati dengan ujung lidahku, kembali terdengar erangan dan lenguhannya merasakan nikmat yg luar biasa.

“Mas, tolong aku sayg, masukkan pEnis besarmu ke Memekku, aku sudah tak tahan lagi menahan kenikmatan ini, pintanya sambil setengah menangis. ” jangan sayg, kita belum boleh melakukan ini, toh nanti kita juga akan menikah, kataku masih sadar, meskipun aku jiga sudah tidak kuat lagi menahan nafsuku.

“Biarlah mas, aku rela mmberikan perawanku untukmu sayg, aku sangat mencintaimu dan aku takut kehilangan dirimu, kata Dini, sambil mulai menarik pEnisku ke arah mEmeknya yg membasah.

PEnisku yg sudah agak menurun, mulai bangkit lagi begitu menyentuh bibir mEmek Dini, sangat tegang dan begitu membesar. Dengan masih deg degan akhirnya sedikit demi sedikit kumasukkan batang pEnisku ke dalam mEmeknya, saat kucoba menyelipkan kepala pEnisku ke mulut mEmeknya rasanya peret dan sulit sekali, kulihat Dini sedikit meringis dan membuka mulutnya dan sedikit menjerit,

“aaah” ,namun akhirnya kepala pEnisku sudah mulai masuk dan mulai kurasakan kehangat vaginya, perlahan kumasukkan seinchi demi seinchi, pada centimeter ke 3 menuju ke 4, Dini tiba-tiba berteriak dan menjerit, ” aduh mas sakit sekali, katanya, seperti ada yg menusuk dan nyerinya sampai ke perut”, katanya.

“Aku cabut aja ya ?”

” Jangan, biarkan dulu kutahan rasa sakit ini, aku yg sudah merasa kenikmatan yg luar biasa dan sedikit demi sedikit mulai kumasukkan lagi batang pEnisku.

Kulihat Dini meneteskan air mata, namun tiba-tiba dia menggoygkan pantatnya dan tentunya akhirnya pEnisku hampir seluruhnya masuk, kenikmatan yg belum pernah kurasakan, pEnisku serasa digigit bibir yg kenyal, hangat, agak lembab dan nikmat sekali. Akhirnya kamipun mulai menikmati hubungan badan ini, ” mas rasa sakitnya sudah agak berkurang, sekarang keluar masukkan pEnismu mas, rasanya nikmat sekali.

Perlahan aku mulai mengayun batang pEnisku keluar masuk ke mEmek Dini, kulihat tangannya diangkat dan memegang erat-erat kepalanya dan akhirnya menarik sprei tempat tidurnya, sementara pahanya dia kangkangin lebar-lebar dan mencari-cari pinggulku, hingga akhirnya kakinya melingkar di pantatku dan seolah meminta pEnisku untuk dimasukkan dalam-dalam ke mEmeknya.

Beberapa kali ayunan, akhirnya aku agak yakin dia sudah tidak begitu merasakan sakit di mEmeknya, dan kupercepat ayuhan pEnisku di mEmeknya. Dini berteriak-teriak dan tiba merapatkan jepitan kakinya di pantatku, kepala menggeleng-geleng dan tangannya menarik kuat-kuat sprei tempat tidurnya, mungkin dia mau orgasme, pikirku.

Tiba-tiba tangannya memelukku erat-erat dan kakinya makin merapatkan jepitannya di pantatku, kurasakan payudara besarnya tergencet dadaku, rasanya hangat dan kenyal sekali, aku diam sejenak dan kubenamkan pEnisku seluruhnya di dalam mEmeknya.

” Oh, mmmas aku keluar…. Ahhhhhhhhhhhhh ….ahhhhhhhhhhhhh…. ahhhhhhhhhhh, Aku merasakan nikmat yg amat sangat, pEnisku berdenyut-denyut, rasanya aliran darah mengalir kencang di pEnisku, dan aku yakin pEnisku sangat tegang sekali dan begitu membesar di dalam mEmek Dini, sepertimya aku juga akan mengeluarkan air kejantananku.

Kubuka sedikit jepitan kaki Dini dipantatku, sambil kubuka lebar-lebar paha Dini, kulihat ada cairan kental berwarna kemerah-merahan dari mEmek Dini, pEnisku rasanya licin sekali dialiri cairan itu, dan akhirnya dengan cepat aku kayuh pEnisku keluar masuk dari mEmek Dini, nikmat sekali rasanya.

Ada mungkin delapan sampai sembilan kayuhan pEnisku di mEmek Dini, tiba-tiba kurasakan ada sesuatu yg akan meledak dari dalam pEnisku dan akhirnya …. Crooot …croooot ….crooot …crooot. PEnisku yg sudah kucabut dari dalam mEmek Dini, kudaratkan di atas perut mulusnya dan semburan air kejantananku muncrat sampai ke rambut, pipi,sebagian mulutnya, payudara dan diatas perut Dini, kuurut-urut batang pEnisku dan tetesan air maniku berjatuhan di atas jembut halus kekasihku.

Aku merebahkan diri disamping tubuh mulus Dini, kupeluk dia sambil kubelai rambutnya, Dini terpejam, diam dan tiba-tiba dari ujung kedua belah matanya yg terpejam menetes air mata. Kuseka air matanya dan kupeluk dia erat-erat, dan dia memelukku juga,

“Mas, hari ini aku sudah persembahkan kesucianku untukmu, sesuatu yg berharga yg kumiliki telah kuberikan padamu, aku nggak mau kehilangan dirimu dan tak akan kulupakan seumur hidupku peristiwa indah hari ini … Aku sangat mencintaimu mas”.

Dini bangun dari rebahannya, mengambil saputangan dan membersihkan bercak dari sela-sela vaginya yg telah bercampur dengan cairan kenikmatannya, saputangan biru itu berbercak merah, memenuhi hampir setengah lembar saputangan biru itu.

“Saputangan ini akan kusimpan selamanya, sebagai tanda buat cinta kita, mas” Aku terdiam, kemudian kubelai rambut indahnya, kukecup keningnya dan kukatakan, ” Hari ini 14 November 1994, aku telah kau berikan sesuatu yg berharga darimu, keperawananmu membuktikan cinta sucimu, aku juga sangat mencintaimu, kuambil keperawananmu dengan keperjakaanku, dan tak kan kulupakan hari ini selama hidupku”.

Dalam keadaan sama-sama bugil, kupeluk tubuh Dini, kehangatan tubuhnya mengalir ke setiap pori-pori dan diapun meraskan hal yg sama, “tahun depan aku sudah lulus, selanjutnya aku akan melamarmu dan kita akan menikmati cinta kita selamanya, aku mencintaimu Dini”.

“Mas, aku bangga memilikimu, lelaki sepertimu yg memang aku idamkan selama ini”.

Keringat yg mengalir di badanku diseka Dini dengan handuk dan dia membersihkan pEnisku dengan handuk basah, akupun jadi terangsang lagi,

” Ih, si Adik kok bangun lagi, kamu benar-benar perkasa mas”, aku tersenyum, sebenarnya aku masih ingin melakukan sekali lagi tapi jam sudah menunjukkan jam 11.30, aku takut kalau tibatiba mamanya pulang.

Kugandeng tangan Dini dan membawanya ke kamar mandi dan dibawah guyuran shower kamar mandinya kita mandi bersama, saling menyabuni dan bercanda bersama, PEnisku menjadi tegang saat mandi dan Dini sempat memasturbasi pEnisku yg sudah tegang dengan busa sabun, tangannya yg halus sangat lincah mengocok batang pEnisku, sekitar lima menitan air maniku sempat keluar lagi dan muncrat sampai ke atas seperti air mancur, Dini tertawa puas, menciumiku dan melanjutkan mandi sampai selesai.

Selesai mengeringkan badan, rambutku dikeringkan Dini dengan hairdryernya, kupakai bajuku dan kitapun kembali ngobrol di ruang tamunya, ngopi, ngobrol dan bercanda sambil bermesraan menikmati hari indah itu.

Keyword Pencarian:

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *