Cerita Sex MesumDengan Suster Cantik Rumah Sakit

Cerita Sex Mesum Dengan Suster Cantik Rumah Sakit

Posted on

Cerita Sex Mesum Dengan Suster Cantik Rumah Sakit – Cerita ini aku alami waktu pertengahan tahun 2008, waktu itu papaku kena stroke baru keluar rumah sakit. Mama diberitau satu yayasan penyalur suster, gaji suster waktu itu 1.5 juta per bulan dan itu bukan suster yang benar-benar profesional seperti di rumah sakit. Kalau yang profesional seperti di rumah sakit, 6 juta per bulan (kata suster di rumah sakit yang mau kenalkan ke yayasan penyalur suster profesional).

Cerita Sex Mesum Dengan Suster Cantik Rumah Sakit cerita dewasa | cerita sexCerita Sex Mesum Dengan Suster Cantik Rumah Sakit – Akhirnya, seorang suster muncul dirumahku, Suster Ros, umur 40an dan udah beranak 3, badan bongsor dan muka sama sekali nggak menarik (nggak mungkin seperti gambar ilustrasi suster di atas). Bagus lah, kalau terlalu menarik nanti malah memikat pekerja bangunan di sekitar rumah.

Cerita Sex Mesum Dengan Suster Cantik Rumah Sakit – Perjanjian dari yayasannya, suster berhak ambil cuti 1 hari tiap bulan. Si suster ini selalu akumulasi cutinya, kadang 3 – 5 bulan nggak ambil cuti, jadi sekali cuti berhari-hari. Yah akhirnya kami sekeluarga yang jaga papa selama suster cuti.

Cerita Sex Mesum Dengan Suster Cantik Rumah Sakit  – Suster selalu alasan kalau setiap cuti pasti dia pulang ke rumah, dan setiap kali cuti pasti selalu lebih dari hari yang dijanjikan. Akhirnya kami minta nomor HP suaminya karna tiap cuti, suster selalu susah dihubungi, kadang nggak diangkat atau HP dimatikan.

Setelah setahun, kami sering dengar suster telponan di teras rumah dengan nada mesra dan kami yakin bukan orang yang sama, karna beberapa kali kami dengar “kerja dimana?”, “tinggal dimana?”. Nggak mungkin khan kalau ngomong sama suami tapi tanya pertanyaan itu? Kami nggak peduli masalah pribadinya, yang penting si suster kerja dengan benar.

Lama kelamaan, kerja si suster ini makin nggak beres. Tiap kali kalau dibutuhkan pasti nggak tau ilang kemana, dicari-cari nggak ada, yang tadinya hobi telponan di teras ternyata dia telponan di depan rumah, mungkin biar telponannya nggak diganggu.

Suatu sore, Suster ijin pulang 2 hari katanya ada kepentingan rumah, ya kami ijinkan, apalagi cutinya belum diambil.

Baru beberapa lama suster pergi, hansip komplek yang sudah kami kenal mampir ke rumah, si hansip tanya ke aku, “Kok tumben susternya nggak naik angkot? Biasa kalau pulang kan naik angkot, ini tadi dijemput cowok naik motor”.

“Ah mungkin itu suaminya kali”, kataku.

Kakakku langsung menyarankan telpon suaminya untuk memastikan, karna suster kerja dan tinggal di rumah kami ya tandanya masih tanggung jawab kami, kalau suster kenapa-kenapa khan kami juga yang harus tanggung jawab. Kami coba telpon suaminya dan diangkat! Aku juga sempat heran, kalau tadi suster dijemput suami, mana mungkin suaminya bisa angkat telpon sambil naik motor.

Kakak : “Pak, ini tempat kerja suster Ros, tadi suster jam 4 sore ijin pulang katanya ada kepentingan rumah..”

Suami suster : (kalimat belum selesai, suaminya langsung memotong) “hah? pulang? dia nggak bilang mau pulang”

Kakak : “Loh tadi kata hansip komplek dijemput sama cowok naik motor, saya kira suaminya jemput”

Suami suster : “Ya sudah saya coba telpon dia dulu, makasih ya”

Nah ketauan deh bohong!

Setengah jam kemudian ada yang pencet bel rumah, ternyata suster pulang. Si suster marah-marah, “Tadi telpon suami saya ya? Kenapa sih harus telpon suami saya? Suami saya ngamuk ke saya”

Mama : “Kamu kenapa harus bohong?”

Suster : “Suami saya telpon saya ngamuk-ngamuk”

Kakak : “Siapa suruh bilangnya cuti tapi bohong, malah ketemu cowok”

Suster : “Jangan ikut campur urusan saya deh, saya juga punya kebutuhan”

Aku : “Kalau kamu punya kebutuhan ya silahkan, nggak usah kerja jadi suster, cari kerja yang sekalian jadi kebutuhan kamu”

Di hari itu juga, suster dipecat dan mama lapor semua ke yayasan

Keyword Pencarian:

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *